Kalo aku pribadi sih... justru sebel setelah nonton filmnya.
Sebelnya gini...aku tuh g masalah kalo yang diangkat untuk dijadikan film adalah novel yang lain ( yang menonjolkan kisah asmaranya saja ). Tapi...aku g setuju banget kalo yang diangkat ke layar lebar adalah novel-novel religi. Karena apa ....? Soalnya saat mengangkatnya ke layar lebar mereka kurang surveinya. Akibatnya yang banyak dipahami oleh orang2 ya Islam itu kaya' gitu.
Aku benar-benar sebel nih
Kalo sudah paham betul novel itu dan tau karakter Fakhri pasti tau kalo Fakhri betul2 menjaga sunah rosul dan itu sama sekali tidak tampak dalam film ini ( eh..ada 1 deh..yang adegan Fakhri g mau salaman sama yang bukan mukhrim ). Tapi...yang lainnya...seperti ini nih...
1. MAsa Fakhri makannya sambil berdiri. Itu sudah melanggar sunah rosul dan itu sangat bertentangan dengan Fakhri yang ahli hadist.
2. Akhwat-akhwat yang ada disitu ( kecuali Nurul ) jilbabnya kurang lebar ( kurang menutup lekuk tubuh ), padahal yang aku tangkap di novelnya ya... mereka betul-betul menjaga hijabnya.
3. Di malam pertama tidak ada adegan mencium ubun-ubun Aisha dan membacakan do'a. Langsung-langsung aja... Padahal itu sunah lho...
Trus..trus...trus...
Pokoknya intinya aku sebel banget begitu nonton filmnya.
