Bumi Manusia | Anak Semua Bangsa | Jejak Langkah | Rumah Kaca
Itulah 4 buku karya Pramoedya Anata Toer yang udah kumiliki dan yang paling berkesan dan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Tetralogi Buru itu sedikit banyak bisa mengungkap sejarah Indonesia yang tidak terdeteksi oleh khalayak ramai. Benar-benar seorang sastrawan yang patut diidolai.
Ada satu hal yang menarik dari tokoh utama buku ini, yakni Minke. Menurut sejarah tokoh ini sangat mirip (bahkan bisa dipastikan persis) dengan seorang wartawan yang merupakan bapak pers pertama di Indonesia, yakni RM Tirto Adhie Soerjo.
Meski begitu, Pramoedya sendiri menegaskan bahawa novel-novelnya tetap harus dibaca sebagai karya fiksi, bukan sebagai buku sejarah (dalam wawancara 17 Jun 1991). Oleh sebab itu, Pram juga menekankan bahwa watak utama dalam tetralogi ini bukan Tirto, melainkan Minke sebagai seorang tokoh buatan yang bersumberkan dari tokoh sejarah itu.
Tapi, dari itu semua aku jadi lebih tahu bahwa Indonesia memiliki tokoh sejarah yang tak ternilai seperti RM Tirto Adhie Soerjo yang menyedihkannya beliau baru mendapat gelar pahlawan pada tahun 2006 lalu dianugerahi oleh Presiden SBY.
Ada satu lagi yang patut kita tunggu. Menurut rencana, Tetralogi pada buku BUMI MANUSIA ini bakal difilmkan yang entah kapan mulainya. Tetapi yang pasti sejak pertengahan tahun 2004 proses pembuatannya sudah mulai dilakukan. Hatoek Soebroto, seorang produser film, bersama PT. Elang Perkasa telah menandatangani kontrak pembuatan film itu bersama dengan pihak keluarga Pramoedya, pada 3 September 2004. PT. Elang Perkasa sendiri bakal bekerja sama dengan perusahaan film milik Deddy Mizwar Citra Sinema dalam proses pembuatannya.
Info yang beredar, pencarian lokasi sudah dimulai sejak akhir 2005. Awal 2006 proses produksi dimulai dengan penulisan skenario oleh Jujur Prananto, penulis skenario Ada Apa dengan Cinta?. Garin Nugroho akan menyutradarai film ini.
Wow, bakal jadi film terlaris nih kalo bener-bener jadi ditayangkan.
